LIFE

" ما هو الهدف من الحياة؟ الإسلام يجعل من الواضح أن على المسلم ، منذ البداية ، أن الغرض من الحياة هو دائم إلى الله عز وجل عبادة. وينبغي لنا أن نعرف أن السبيل الوحيد لخلاصنا في الدنيا والآخرة في معرفة الرب الذي خلقنا ، يؤمنون به ، وعبادته وحده "


~~~what is the aim of life? Islam makes it clear to the Muslim, from the very beginning, that the permanent purpose of life is to worship Allaah. We should know that the only way for our salvation in this life and in the Hereafter is to know the Lord who created us, believe in Him, and worship Him alone~~~

Followers

Wednesday, October 28, 2009

kau sahabat..kau teman..=)~~

salam..

perasaan aku teruja apabila membaca kata-kata Imam Al-Ghazali yang mulia:


"Ukhwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya"


uuhuuu begitu indah dan cukup bermakna kata-kata tu... klu korang penh dgr la ungkapan org2 y ber 'chenta' jauh dimata dekat dihati.. tapi bagi aku ungkapan tu lebih baik jika digunakan dalam ikatan persahabatan...

sebab Persahabatan adalah anugerah...

yang membuat kita tertawa...
menangis...

memberi...

menerima....

DAN......

yang paling penting ia membuat kita menghargai HIDUP kita....

*tapi klu kwn2 sume xstuju its ok...yana xksh...huwahaha


"...lagi2 kan..ak rasa lah…semua SAHABAT2KU...kaulah insan yang menginsafkan diriku,

aku sering hanyut dalam dunia yang sementara,

sering dibuai mimpi-mimpi indah, tapi kau hadir dengan nasihat-nasihat dan peringatan,

bahawa dunia ini hanyalah sementara,

tiada yang kekal,melainkan-Nya......."


Kepada smua sahabat2 ku tercinta..thnx sangat2 sebab sanggup jadi kwn kepada hamba ALLAH y bernama Sharifah Nur Liyana ni…thnnxxx..(waa sedihh la plop ..=(( huhuhu)


Jangan Berkawan dengan orang yang tamak kerana pada zahirnya ia ingin membahagiakanmu tetapi hakikatnya dia akan mencelakanmu,

Jauhilah berteman dengan pembobong kerana ia boleh menjadikan orang yang dekat lari daripadamu dan sebaliknya,

Janganlah berkawan dengan orang yang bakhli kerana ia akan melupaimu di waktu kamu sangat memerlukan dan jauhilah bersahabat dengan orang yang suka berbuat jahat kerana ia tidak malu unutk menjualmu dengan harga yang sangat murah.



Saidina Ali bin Abi Thalib


Shabatku,

Ku harap mekar di hati,

Agar persahabatan suci ini,

Kan terus mantap,

Menjadi syafaat,

Terukir indah di pintu Jannah….=)


*"selemah-lemah manusia ialah org yg tidak boleh mencari sahabat Dan orang yg lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yang telah dicari" -Saidina Ali-



Tuesday, October 13, 2009

Sejarah Ayat Kursi

Ayat ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya iatelah diiringi oleh beribu-ribu malaikat kerana kehebatan dan kemuliaannya. Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka. Rasullah s. a. w. dengan segera memerintahkan Zaid bt sabit menulis serta menyebarkannya.

Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kaliselepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluarmasuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinyadari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akanmemudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya jugaakan terpelihara dengan izin Allah s. w. t.

Mengikut keterangan dari kitab "Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.

Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, InsyaAllah Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullahs. a. w. bersabda bermaksud:"Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allahhilangkan segala kefakiran di depan matanya."

Sabda baginda lagi; "Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat,kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanyadaripa da kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar."

Allah sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad. Mereka yang beramaldengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindunganAllah daripada gangguan serta hasutan syaitan. Pengamal ayat Kursi juga,dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. AyatKursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasukirumah. Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatanketika dalam perjalanannya. Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk,Insya- Allah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar. Jika andaberpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin. Barang siapamembaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allahmewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.


Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyangFardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sembahyang yanglain. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidakmenegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapamembacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atasrumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya. Barang siapamembaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sembahyang Fardhu, Allahmenganugerahka n dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yangbenar, pahala nabi2 juga Allah melimpahkan padanya rahmat. Barang siapamembaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid.

Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya Dari Abdullah bin 'Amr r. a. , Rasullullah s. a. w. bersabda," SAMPAIKANLAH PESANKU BIARPUN SATU AYAT...."

Wallahua'alam

Saturday, October 10, 2009

Apa ertinya saya menganut ISLAM? part 1 ( saya mestilah muslim dari sudut akidah)

assalamualaikum..=)

sebagaimana yang kita tahu
dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.

الإسلام مصدر من أسلم يسلم إسلاما

Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:
1. Berasal dari ‘salm’ (
السَّلْم) yang berarti damai.

Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61)

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian.

Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : (QS. 49 : 9)

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي

حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah bahwa Islam baru memperbolehkan kaum muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: (QS. 22 : 39)

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”

2. Berasal dari kata ‘aslama’ (
أَسْلَمَ) yang berarti menyerah.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini,

Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS. 4 : 125)

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً


“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. Dalam sebuah ayat Allah berfirman: (QS. 6 : 162)

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: (QS. 3 : 83) :

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُون

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah).

3. Berasal dari kata istaslama–mustaslimun (
اسْتَسْلَمَ - مُسْتَسْلِمُوْنَ): penyerahan total kepada Allah.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 37 : 26)

بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ

“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.”

Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT. Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah dan menggunakan manhaj Allah.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 2 : 208)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya.

4. Berasal dari kata ‘saliim’ (
سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.

Mengenai makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 89):

إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِي
مٍ

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 37: 84)

إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”

Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia.

Allah berfirman: (QS. 5 : 6)

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syari’at Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

5. Berasal dari ‘salam’ (
سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: (QS. 19 : 47)

قَالَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا

Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku."

Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.

ISTILAH

Adapun dari segi istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’

Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara poin-poinnya adalah:

1. Islam sebagai wahyu ilahi (الوَحْيُ اْلإِلَهِي)
Mengenai hal ini, Allah berfirman QS. 53 : 3-4 :

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)."

2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) (دِيْنُ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ)

Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3 : 84)

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."

3. Sebagai pedoman hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)

Allah berfirman (QS. 45 : 20):

هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

"Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini."

4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW (أَحْكَامُ اللهِ فِيْ كِتَابِهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ)

Allah berfirman (QS. 5 : 49-50)

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ * أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”

5. Membimbing manusia ke jalan yang lurus. (الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ)

Allah berfirman (QS. 6 : 153)

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”

6. Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.(سَلاَمَةُ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ)

Allah berfirman (QS. 16 : 97)

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.




Referensi:

Marifatul Islam By. Rikza Maulan, Lc., M.Ag.
Mahad Tarbiyah CIlincing

Bahan Bacaan:

  • Hadiri, Khairuddin. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an. Cet. V – 1996 / 1417 H. Jakarta : Gema Insani Press.
  • Hawwa, Sa’id. Al-Islam. (Terj. Oleh Abu Ridha dan AR Shaleh Tamhid) Cet. I – 2000. Jakarta : Al-I’tisham Cahaya Umat.
  • Zaidan, Abdul Karim. Ushul al-Da’wah. Cet. V – 1996/ 1417 H. Beirut – Libanon : Mu’assasatur Risalah.
  • CD. ROM. Al-Qur’an 6.50 & Al-Hadits. Syirkah Sakhr li Baramij al-Hasib (1991 – 1997).
  • CD. ROM. Mausu’ah Ulama’ al-Islam; Dr. Yusuf al-Qardhawi ; al-Fiqh wa Ushulih. Al-Markaz al-Handasi lil Abhas al-Tatbiqiyah.
  • CD. ROM. Mausu’ah al-Hadits al-Syarif 2.00 (Al-Ishdar al-Tsani). Syirkah al-Baramij al-Islamiyah al-Dauliyah.

Huhu tu baru mukadimah..belom masuk tajuknya lagi…

Ok now straight to the titik la ye kebanyakkan org y menganut Islam ni adlah krna hobi atau kerana merkea dilahirkan dlm keadaan muslim. Tetapi pada hakikkatnya mereka tidak paham erti penggabungan diri mereka ke dalam agama islam. Mereka juga x tahu tuntutan dari penggabungan diri mreka kedlm agama Islam ini. Penggabungan diri ke dalam agama Islam merupakan penggabungan yang betul dan hakiki…

Pengabungan diri ke dalam Islam bukanlah pengabungan yang diwarisi, bukan juga penggabungan kerana hobi, bukan penggabungan lahiriah. Tetapi penggabungan yang dimaksudkan ialah penggabungan ke dalam Islam itu sendiri, beriltizam dengan Islam dan menyesuaikan diri dengan Islam dalam semua aspek kehidupan kita.

Selain itu umat islam mestilah menyedari bhwa mreka mmpunyai keperibadian yang tersendiri .berbeza dri org lain, keperibadian yang bukan kanan dan bukan kiri, keperipadian yang asli, sifat2 dan rupa bnetuknya bersumberkan Islam sebagai agama fitrah dan perbezaan ini umat Islam mampu untuk memegang tampuk aliran fikiran dan siasah dunia.

Syarat untuk seseorang itu mengaku Islam sebagai agama yang mengatur hidupnya adalah akidah yang benar dan sah. Akidah itu mestilah sejajar dengan apa yang telah termaktub dalam al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w. kita mestilah beriman dan mempercayai perkara yang telah diimani dan dipercayai oleh para salafussaleh dan para imam yang telah terbukti kebajikan, kebaikan, ketakwaan dan kefahaman mereka y tepat dan benar mengenai Islam.

Untuk menjadikan akidah kita benar2 diiktiraf sebgai akidah seorang muslim kita mestilah :-

1. Mengimani dan meyakini bhwa pencipta alam sejagat ini ialah Allah S.W.T yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui dan tidak memmerlukan pertolongan orang lain.

*kesemua ini dpt dibuktikan melalui keidahan. Kerapian dan keselarasan alam ciptaan ALLAH S.W.T.

2. Kita mestilah mengimani dan meyakini bahawa Alllah S.W.T tidak mencipta alam ini tanpa tujuan atau utk bermain-main shja, kerana perbuatan sia-sia dan main-main yang tidak mempunyai tujuan itu tidak layak bagi ALLAH S.W.T yang bersifat dengan sifat2 kesempurnaan.

3. Kitta mestilah mengimani n meyakini bhawa ALLAH S.W.T telah mengutuskan para rasul dan mnurunkan kitab untuk tujuan mengajar manusia mengenal Allah S.W.T dan memberitahu mereka tentang matlamat kewujudan mereka didunia ini dan keman akhirnya penghidupan mereka.

*kita mestilah beriman bahawa nabi Muhammad s.a.w adalah rasul yang terakhir dari para rasul yang diutuskan Allah.

4. Kita mestilah mengimani dan meyakini bhwa matlamat hidup manusia dlm kehidupn dunia ini ialah utk mengenal ALLAH sebagaimana sifat2-Nya yang telah diterangkan ALLAH , taat kepada ALLAH dan mengabdikan diri kepada-Nya.

*Allah telah berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak sekali-kali menghendaki rzeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka member Aku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Pemurah Rezeki yang menpunyai kekuatan lagi sangat kukuh.” (Adz-Dzaariyaat : 56-58)

5. Kita mestilah mengimani dan meykini bhwa manusia itu dapat dan boleh mencapai kebaikan dan kejahatn melalui daya usahan, ikhtiar dan kehendaknya.

*sesungguhnya kita tidak dpt mencapai kbaikan kecuali dgn taufik dgn pertolongan Allah. Begitu juga kita tidak akan terjerumus ked lm kjahtan kecuali dgn kehendk ALLAH . semua ni dalm izin dan kehendak ALLAH S.W.T

6. Kita mestliah mengimani dan meyakini bhwa syurga adlah blasan dan ganjaran bagi mukmin yang taat dan neraka sebaliknya..

*Allah berfirman : “segolongan masuk syurga dan segolongan masuk neraka.” (Asy-syuura :7)

7. Kita mestilah mengimani dan meyakini bhawa pensyariatan (penciptaan dan penggubalan) undang2 adalh hak mutlak bagi Allah. Syariat dan undang2 Allah ini tidak boleh dilewati atau dilanggar. Satu-satunya yang harus bagi Muslim ialah melakukan jihad untuk mengeluarkan hukum2 dari nas2 syariat Allah dalam lingkungan yang dibenarkan oleh syariat itu sendiri.

*Allah berfirman : “tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka keputusannya (terserah) kpd ALLAH (yg menpunyai sifat2 demikian) itulah Tuhanku, kepadaNyalah aku bertawakkal dan kepadNyalah aku kembali.” (Asy-Syuura :10)

8. Kita mestilah mempelajari dan berusaha utk mengetahui nma2 dan sifat2 yang layak bagi ALLAH.

9. Kita mestilah berkeyakinan bhwa pndpt para salafus saleh lebih utama utk diikuti supaya dpt mnyelesaikan permsalahn yang berhubung dgn mslah ta’wil, pembekuan nas dan menyerahkan perkara2 sperti ini kpd ilmu dan pengetahuan Allah.

10. Kita mestilah mengabdikan diri hanya kpd Allah smata-mata tidak mensyirikkn Allah dgn sesuatu.

*kita lakukan kerana menyahut seruan Allah y disampaikan mellui para rasul yang menyeru umat masing2 mengabdikan diri kpada Allah semata-mata dan tidak tunduk kpada selain Allah.

11. Kita hendaklah takut kpd Allah semata-mata dan tidak takut kpd selain dari Allah. *Ketakutan kita kepda Allah itu seharusnya mendorong kita menjauhkan diri dri perkara2 yang dimurkai dan diharamkan Allah.

12. Kita mestilah sentiasa ingt Allah dan sentiasa berzikir menyebut nama Allah.

13. Kita mestilah mencintai Allah dgn kecintaan y menyebabkan hati kita sentiasa menrindui Allah dan sentiasa bergantung kpdNya.

*kecintaan itu akan mendorong kita utuk sentiasa melakukan kebajikan, bekorban dan berjihad pada jalan Allah. Kenikmatan dunia y fana x akan menghalang kita dari melakukan perkara kebajikan.

14. Kita mestilah bertawakal kpada Allah dalam semua urusan.

*ini semua akan membangkitkan dlm diri kita satu kekuatan dan kesedaran roh sehingga kita akan merasakan perkara2 yang berat itu menjdi ringan.

15. Kita mestilah bersyukur kepada Allah atas nikmat dan kurniaanNya y tiada terhingga.

*bersyukur dan berterima kasih adalah sebahagian dari sifat2 beradab santun kpada org yang member nikmat, berlaku baik dan memberikan pengorbanan.

16. Kita mestilah meminta ampun dari Allah dan sentiasa bertaubat (beristighfar) kerana istighfar itu merupakan kifarat bagi segala kesalahan disamping membaharui taubat dan iamn.

*Istighfar juga dapat meniupkan rasa kerehatan dan ketenangan dalam jiwa.

17. Kita mestilah sentiasa dalam keadaan bermuraqabah terhadap Allah, baik dalam keadaan terang atau tersembunyi.

· Firman Allah : “ Tiada pembicaraan rahsia antara tiga orang melainkan Dialah yang keempatnya dan tiada (perbicaraan antara) lima orang melainkan Dialah yang keenam dan tiada (pula) perbicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih melainkan Dia ada bersama-sama mereka di mana pun mereka berada, kemudian Dia memberitakan kpd mereka pada hari kiamat (nanti) apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Mujaadilah:7)



~~INDAHNYA HIDUP DENGAN ISLAM ~~


Semaikan Islam dihati..

Tanamkan iman nan suci...

Bajai taqwa setiap hari...

Berbuahlah bahagia hakiki...


Friday, October 9, 2009

Adab Bersahabat~~

Apabila bersahabat, diri sendiri & sahabat harus mempunyai tanggungjawab & punya harapannya sendiri. Antaranya ialah :-
1. Ketahanan bergurau senda, adat bergurau terlebih usik. Pastikan kita & sahabat saling boleh menerima gurauan oleh itu berfikir dahulu sebelum ianya berlaku.

2. Jgn terlalu celupar atau mengkritik, kita sendiri tidak semestinya bagus dan betul.

3. Jgn terlalu mengambil tahu hal peribadi org terdekat dgn sahabat spt tunang, isteri/suaminya atau kaum keluarganya.

4. Perkara sensitif spt gaji, kenaikan pangkat & hutangnya usah ditanya.

5. Pandai menyimpan rahsia terutama hal peribadi spt rumahtangga atau hubungan suami isteri sahabat.

6. Terima kekurangan & keburukan sahabat seadanya. Cuba lihat nilai positifnya dan lihat diri sendiri, diri kita tidak tentunya baik.

7. Bijak menyesuaikan tutur kata dgn emosi sahabat. Jangan cakap mengikut sedap mulut tanpa Text Colormemikir kesannya kepada sahabat.

8. Berita baik atau berita sedih sahabat, biarlah dia sendiri memberitahu rakan lain walaupun kita sudah mengetahui. Ini tanda kita menghormatinya. Jangan terlalu busy body dengan cerita kehidupan sahabat kita tanpa memikir kesannya kepada sahabat kita.

9. Menghormati hak & kehidupan peribadi sahabat. beri peluang sahabat bersendiri. Jikalau terlalu berdampingan, mungkin menjemukan & kita hanyamenyekat perhubungan dgn insan lain.

10. Jika salah seorg marah, beri peluang dia melepaskan amarah di hati.Jgn dibalas, berdiam & tunggu hingga dia reda & sejuk. Pasti hubungan akan kembali spt biasa. Manusia harus menerima hakikat setiap org ada lautan hati yg pasang surut.

1 1. Sewaktu sahabat sedang marah, elok mendiamkan diri. Jikalau dia mengomel, dengar & angguk. Itu lebih baik dpd membuat komen. Ia boleh memburukkan keadaan.

12. Jangan memburukkan sahabat di hadapan orang lain dan membanggakan diri dengan mengadakan cerita i.e. kekayaan, kecantikkan dan sebagainya. Bangga diri tidak membawa kita ke mana-mana sebaliknya bersyukur dgn apa yang dikurnia oleh Allah s.w.t

**Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."

Renungan : buat semua sahabat dan diri sendiri~~

Bagi yang bujang sesuatu i'tibar
Bagi yang belum / bakal berkeluarga suatu pelajaran
Bagi yang berkeluarga perlu mengajar

Wahai SUAMI renungkanlah
Pernikahan atau perkahwinan menyingkap tabir rahsia
Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Tidaklah setabah Fatimah
Justeru,
Isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah..
Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama
Isteri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Isteri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Isteri adalah murid, kamu mursyidnya
Isteri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat isteri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Setika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandai isteri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya
Pernikahan atau perkahwinan menginsafkan kita, perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH s.w.t kerana
Memiliki isteri yang tak sehebat mana
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah s.a.w
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEH.
Amin.

Wahai ISTERI pula renungkanlah
Pernikahan atau perkahwinan membuka tabir rahsia
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad s.a.w.
Tidaklah setaqwa Ibrahim
Tidak setabah Ayyub
Tidak segagah MusaApalagi setampan Yusuf
Justeru
Suamimu hanyalah lelaki akhir zamanyang punya cita-cita membangun keturunan yang soleh
Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami nakhoda kapal, kamu pengemudinya
Suami bagaikan pelakon yang nakal, kamu adalah penonton kenakalannya
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananyaS
ekita suami menjadi bisa, kamulah penawar ubatnya
Seandainya suami bengis lagi lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan ataupun perkahwinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH s.w.t. kerana
Memilik suami yang tak segagah mana..
Justeru Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEHAH
Amin.

Justeru itu wahai SUAMI dan ISTERI
Jangan menuntut terlalu tinggi
Seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya SUAMI dan ISTERI ingatlah:
Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah
Andai diri tidak semulia Rasulullah s.a.w.
Tidak perlu isteri secantik Balqis
Andai diri tidak sehebat Sulaiman
Mengapa mengharapkan suami setampanYusuf
Seandai kasih tak setulus Zulaikha
Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim
Andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah.

muslimah harapan Rasulullah...~~

Assalamualaikum W.B.R...

Menjadi wanita memang menyenangkan, apalagi wanita "Muslimah", sebab muslimah bererti wanita yang telah dipilih oleh Allah untuk menerima hidayah-Nya dan menjalankan kehidupan sesuai dengan sunnah Rasul-Nya. Rasulullah sebagai manusia pilihan Allah, sangat peduli terhadap muslimah.


Baginda sangat menyayangi muslimah sehingga beliau berpesan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Tidaklah seorang muslim yang mempunyai anak dua orang perempuan kemudian ia berbuat baik dalam berhubungan dengan keduanya akan bisa memasukannya ke dalam surga."


Di masa baginda hidup kaum wanita merasakan angin segar dalam kehidupannya, setelah sebelumnya pada masa jahiliyah hidup teraniaya, tidak mendapatkan hak yang semestinya. Kehidupan wanita muslimah saat itu boleh dikata beruntung dibandingkan dengan wanita sekarang pada umumnya. Kerana muslimah relatif hidup dalam komuniti masyarakat yang memahami nilai Islam secara baik. Hidup mereka betul-betul tersanjung, kerana mereka merasakan hidup sesuai fitrahnya.


Berbeza dengan situasi sekarang, ketika banyak wanita menuntut persamaan hak dan darjat. Boleh dikatakan kehidupan wanita sekarang berada ditengah komuniti masyarakat yang tidak memahami nilai-nilai Islam. Ini menyebabkan keserabutan dalam hidup mereka. Sudah tentu wanita muslimah harus berupaya menghilangkan dugaan tersebut. Caranya adalah dengan mulai mengaktifkan dirinya dalam pelaksanaan nilai-nilai Islam serta berupaya mengajak wanita lain untuk beramal Islami.


Ustadz Faisal Maulawi, seorang Mufti Lebanon, menyatakan, "Saatnya sekarang keadaan ummat sedang dalam keadaan bahaya, para wanita muslimah yang solehah terjun untuk terlibat aktif dalam membentengi dan memperbaiki ummat."


Untuk menjadi muslimah yang disayang oleh Rasulullah SAW hendaknya diperhatikan empat hal berikut:

1. Faqihah Lidiiniha

Seorang muslimah hendaklah faqih (paham) terhadap din (agamanya). Selayaknya ia dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dalam erti tajwid dan makhraj hurufnya. Kemudian dapat membaca hadits dan selalu pula menjadi bacaan hariannya, karena dengan itu ia memahami keinginan Rasulnya untuk kemudian berusaha menyesuaikan kehidupannya sesuai dengan cara hidup Rasulullah SAW.

Ia juga harus berusaha memperkaya diri dan wawasannya melalui belajar kepada seorang guru yang jujur dalam menyampaikan ilmunya, dan berusaha banyak membaca buku agama lainnya seperti tentang aqidah, akhlaq, fiqh, sirah, fiqh da'wah, Tarikh Islam, sejarah dunia dan ilmu kontemporari lainnya. Contoh muslimah yang menguasai ilmu-ilmu ini adalah Aisyah RA.

2. Najihah fi Tarbiyyati Auladiha

Seorang aktivis muslimah yang telah berkeluarga hendaklah berupaya dalam mendidik anaknya, bahkan bagi seorang aktivis yang belum berkeluarga pun seharusnya mempelajari bagaimana cara mendidik anak dalam Islam, kerana ilmu tersebut fardhu 'ain, sehingga mempelajarinya sama dengan mempelajari wudhu, sholat, puasa, dan sebagainya. Sehingga ia tahu betul cara mendidik anak dalam Islam yang nantinya anak-anak tersebut akan ia persembahkan untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Insya Allah kelak ia akan menjadi Ibu yang sukses seperti Hajar dan Khadijah ra.

3. Muayyidah fi Da'wati Zaujiha

Sebagai aktivis amal Islami, kepedulian kita bukan hanya kepada masalah luaran, mengupayakan pelaksanaan amal Islam terhadap orang lain, akan tetapi kepedulian terhadap aktiviti keluarga harus lebih diutamakan, misalnya memberikan motivasi amal Islami kepada anak, pembantu, juga suami. Ia menjadi muslimah yang senantiasa menjadi motivator kebaikan suaminya, seperti Ummu Sulaim yang menikah dengan Abu Tholhah dengan mahar syahadat. Namun ketika Abu Tholhah wafat Rasulullah mensholatkannya sampai sembilan kali takbir, menunjukkan sayangnya Rasulullah kepada beliau karena tidak pernah berhenti dalam beramal dan berjihad bersama Rasul. Hal ini ia lakukan karena selalu mendapat motivasi dari Ummu Sulaim, istrinya.

4. Naafi'ah Fi Tagyiiri Biiatiha

Ia selalu peduli terhadap lingkungannya, selalu membuka mata dan telinga untuk mengetahui keadaan sekelilingnya, selalu mengupayakan lingkungannya menjadi lebih baik. Contohnya Ummu Syuraik yang selalu mengelilingi pasar bila saat sholat tiba untuk mengingatkan penghuni pasar agar segera melaksanakan sholat dengan kalimatnya yang terkenal 'Assholah, Assholah!!!'



Demikian semoga dengan empat hal ini anda semua dapat menjadi aktivis Muslimah yang di cintai Rasulullah SAW. Amin.

*
wanita dijadikan sebagai hiasan dunia.. seindah hiasan adalah wanita solehah..